Menko PMK Luncurkan Program Bantuan Ponpes - Daarul Mustaqiem
News Update
Loading...

Selasa, 30 Juni 2015

Menko PMK Luncurkan Program Bantuan Ponpes




Dalam rangka membantu peran Pondok Pesantren (Ponpes), terutama selama bulan Ramadan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) meluncurkan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam.

Program itu merupakan kerja sama antara Kemenko PMK, Kementerian Agama, dan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Saat peluncuran program di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (1/7), Menko PMK Puan Maharani mengatakan, melalui program ini akan diberikan bantuan kepada 151 madrasah atau Ponpes.

Bantuan berupa beasiswa, bantuan apresiasi pendidik, bantuan sarana dan prasarana, serta Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Jumlah dana sebesar Rp 35 miliar bersumber dari para Muzakki (pembagi zakat) pegawai BRI.

Untuk itu, saat peluncuran program, Puan didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan representasi BRI menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 10 perwakilan Ponpes, yakni Ponpes Darul Amal, Nurul Hijrah, Nurul Jalal, Miftahul Hidayah, Al Quran wal Hadist, Majmaul Bahrain, Daarul Mustaqiem, Bani Adung, Nurul Alami, dan Darul Irfan.

“Ponpes sebagai salah satu lembaga pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga mengembangkan karakter para santri,” ujar Puan.

Dengan konsep pendidikannya yang on time selama 24 jam, pesantren dapat membekali pribadi-pribadi para santri dengan sikap-sikap rajin, jujur, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan bekerja keras.

Dengan demikian, pesantren dapat melahirkan manusia berkepribadian muslim yang tangguh, harmonis, mampu mengatur kehidupan pribadi, mengatasi masalah-masalah, mencukupi kebutuhan, serta mengendalikan dan mengarahkan tujuan hidup.

“Pendidikan karakter yang dilakukan di Ponpes akan membentuk para santri menjadi insan kamil. Pendidikan karakter ini sejalan dengan gerakan revolusi mental yang diinginkan oleh Presiden Jokowi. Dalam Islam, revolusi mental mengarahkan kita menjadi insan yang beriman, bertaqwa, dan senantiasa beramal soleh. Sejalan dengan itu, Pemerintah mendorong gerakan revolusi mental yang rencananya akan dicanangkan oleh Presiden untuk membentuk manusia Indonesia yang berintegritas, bekerja keras, dan berjiwa gotong royong,” ujar Puan.

Dikatakan, Ponpes tidak hanya membekali santri dengan pengetahuan agama, tetapi juga dengan keterampilan-keterampilan lain, seperti pertanian dan peternakan. Hal ini terutama didasari oleh adanya tuntutan masyarakat yang menghendaki lulusan lembaga pendidikan itu terampil dan siap pakai.

Oleh karena itu, Puan mengajak seluruh kementerian, khususnya yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Pondok Pesantren (PEP) dan lembaga yang melakukan mengelolaan zakat, infaq, dan sedekah agar dapat membantu untuk berkembangnya madrasah dan Ponpes.

Pada kesempatan itu, Menko Puan dan pejabat yang menghadiri acara tersebut berbuka bersama dengan anak yatim. (Beritasatu)

Share with your friends

2 komentar

Notification
Website Daarul Mustaqiem adalah sarana kreasi akal dan budi hasilo karya santri.
Done